Friday, July 23, 2010

Untukmu Cinta

Naila,
Tataplah tubuh ini
Yang lemah tanpa daya
Lihatlah kulit yang telah mengering ini
Lihat pula mata yang telah sayu ini
Mata ini sudah lama tak memandang keindahanmu
Bibir ini sudah lama tak bersenandungkan syairmu
Telinga ini sudah lama tak mendengar alunan lirik syairmu
Hati ini sudah lama tak tersentuh sinar cahayamu
Jiwa ini
Tubuh ini
Dan ruh ini
Bak musafir di padang tandus
Tanpa air,
tanpa makanan,
dan tanpa petunjuk jalan
Mungkin ia telah tersesat
Mungkin pula ia telah putus asa
Naila,
Peluklah tubuh ini
Belailah jiwa ini dengan tangan lembutmu
Sekedar menetramkan gundah gelisah di jiwa
Menguatkan asa yang sempat hilang
Naila,
Raihlah tangan yang kotor ini
Tuntunlah aku saat tersesat
Sadarkan aku saat terlena
Dan kuatkan aku saat terpuruk
Naila,
Kusebut indah namamu saat kuterjatuh
Kuingat ayu wajahmu saat kuterpuruk
Dan kupeluk ketulusan ruhmu saat tubuh ini tak lagi mampu bergerak.

No comments: