Kehadirannya bukan mauku, tapi dialah yang memintaku. Kehadirannya bukan karena harapanku, tapi dialah yang memohon. Dulu aku menistakannya, tapi karena rasa kasihan kini berubah jadi kasih. Aku tidak menduga rasa ini akan menimpaku. Aku mengenalnya jauh sebelum siapa pun mengenalnya. Sejuta harapan
Sunday, July 25, 2010
Hujan....
KEDUA anak laki-laki pengojek payung yang mengharapkan datangnya hujan deras itu saling tatap dengan wajah riang. Mereka kemudian berlarian di antara hujan dengan kaki-kaki kecilnya yang lincah
“Jangan sampai ke terminal. Bahaya kalau ketemu Bang Ratno,” teriak Yanwar kepada Kahfi sebelum keduanya berlainan arah.
Kahfi mengangguk tanda mengerti. Anak itu juga takut sesuatu hal yang tidak diinginkannya terjadi. Ia menatap langit yang menghitam seusai mengenyahkan bayangan yang menakutkannya itu. Kilatan petir datang seakan tiada ada habisnya menerangi ruas-ruas jalan. Sementara gemuruhnya menggentarkan jantung siapa saja yang mendengarnya.
Hujan sore itu deras sekali. Orang-orang berlarian mencari tempat berteduh. Mereka menggunakan emperan gedung, depan etalase toko, halte, atau tempat telefon umum untuk berteduh. Kahfi memicingkan matanya agar bisa melihat lebih jelas. Hujan yang deras, mata yang minus. Semestinya ia menggunakan kacamata minus. Namun anak yang masih berseragam putih biru itu mana cukup punya uang untuk membeli kacamata.
“Jangan sampai ke terminal. Bahaya kalau ketemu Bang Ratno,” teriak Yanwar kepada Kahfi sebelum keduanya berlainan arah.
Kahfi mengangguk tanda mengerti. Anak itu juga takut sesuatu hal yang tidak diinginkannya terjadi. Ia menatap langit yang menghitam seusai mengenyahkan bayangan yang menakutkannya itu. Kilatan petir datang seakan tiada ada habisnya menerangi ruas-ruas jalan. Sementara gemuruhnya menggentarkan jantung siapa saja yang mendengarnya.
Hujan sore itu deras sekali. Orang-orang berlarian mencari tempat berteduh. Mereka menggunakan emperan gedung, depan etalase toko, halte, atau tempat telefon umum untuk berteduh. Kahfi memicingkan matanya agar bisa melihat lebih jelas. Hujan yang deras, mata yang minus. Semestinya ia menggunakan kacamata minus. Namun anak yang masih berseragam putih biru itu mana cukup punya uang untuk membeli kacamata.
Cerpen Penjual Pensil....
Tentunya kita pernah naik bis dan bertemu dengan pedagang yang aneh-aneh. Masih inget gak waktu pertama kali dapat “hadiah” sebuah barang yang tiba-tiba dibagikan orang di pangkuan kita waktu duduk di bis?.
Flash Back.......
Ingatkah kawan jaman-jamannya tayangan sepeti gentayangan dan dunia lain lagi naik daun?, ada kejadian menarik yang saya dan teman-teman alamin waktu jaman-jaman itu.
^^
TPI sukses dengan gentayangannya dan Trans TV sukses dengan dunia lainnya. Kedua tayangan tersebut bersaing pada jamannya. Semua orang selalu menantikan kisah-kisah menakutkan dan penampakan juga hal-hal gaib lainnya dalam setiap episode yang disuguhkan oleh acara itu.
Saya adalah salah satu penggemar acara-acara macam itu, walau rasa takut terus menghantui setelah menyaksikan acara itu, tetapi tetap saja rasa penasaran mendorong saya untuk terus ikut menonton acara itu disetiap episodenya.
Karena takut apabila menonton sendirian, saya dan teman-teman biasanya melakukan nonton bareng acara tersebut disalah satu rumah teman saya. Hampir setiap episode kami tonton bersama-sama. Ide gila pun terbentuk ketika salah satu teman saya membeli sebuah topeng tengkorak berlumuran darah yang biasa ia gunakan untuk menakut-nakuti orang.
Malam minggu, biasa kami habiskan berkumpul bersama disalah satu taman yang ada di kompleks kami. Ngobrol dan ngobrol hanya itu yang biasa kami lakukan. Salah satu teman menawarkan untuk foto-foto, karena dia senang mengoleksi foto teman-temannya. Akhirnya kami berfoto-foto di salah satu poskamling. Puas dengan foto-foto kami kembali berkumpul dan mulai ngobrol hal-hal yang kami sukai. Topik tiba-tiba beralih ke hal-hal mistis (kalo lagi ngobrol emang topiknya suka tiba-tiba berubah), tak lain mengenai tayangan gentayangan dan dunia lain.
Ide gila yang saya sebutkan sebelumnya –ingat salah satu segment dari gentayangan dimana melihatkan foto-foto yang tidak sengaja menangkap gambar-gambar makhluk halus?- adalah membuat foto semacam itu, tetapi hantunya bohongan dan salah satu teman saya siap menjadi sekarelawan untuk dijadikan hantu. Sialnya kita semua setuju dengan ide gila itu. Salah satu teman perempuan saya mengambil mukenahnya dan meminjamkannya untuk dijadikan kostum hantu. Hantu pun siap untuk berfoto, dengan topeng tengkorak dan kostum putih, sosok itu lumayan menakutkan. Kami befoto di bawah pohon mangga besar dan sang hantu berpura-pura nongol dari belakang kami, sehingga kesannya seperti penampakan yang natural. Tapi setelah diliat-liat masih saja janggal dan tidak terlihat natural. Pemotretanpun pindah ke tempat lain. sekarang berfoto di sebuah pagar tembok setinggi pinggang dan sang hantu menyumbul dari balik pagar batu bata itu, hasilnya tetap saja tidak natural.
Lelah dengan ide gila yang tidak berhasil, akhirnya kami kembali berkumpul di poskamling. Sang hantu melepas kostumnya, tampak kepanasan karena topeng yang dikenakannya. Gak kerasa ternyata udah lebih dari tengah malam, Tidak begitu lama, salah satu teman perempuan kami mengusulkan untuk berfoto-foto lagi dan dia yang ingin menjadi hantunya. Setuju dengan hal itu, akhirnya kami mendandani dia dengan topeng dan mukenah. Kali ini kami bentuk seperti hantu POCONG, serius serem setengah mampus. Fiuh, macam-macam sajja.
Kami pun kembali berfoto dipagar tadi, hasilnya memang lebih seram, tapi tetap saja tidak natural. Cukup, salah satu teman mengusulkan. Saya dan teman-teman yang menjadi objek foto kembali ke pos, tetapi sang hantu tetap saja berdiri di tempatnya. Kami mulai ketakutan, kami pikir bercanda, namun dia tetap saja berdiri tanpa bergerak sedikitpun. Kami panggil-panggil namanya, tetap saja sang hantu diam. Akhirnya salah satu teman kami menuntunnya berjalan ke poskamling dan kami pun membantu melepas kostum POCONG-nya.
Setelah semua kostum dilepas, keadaan tidak berubah. Dia tetap diam dengan tatapan kosong, kami ajak berbicara, -malah bercanda tapi tidak ada respon. Tidak lama, badannya mulai lunglai dan perlahan jatuh ke belakang. KAMI SUPER PANIK. Karena pada saat itu rumah saya sedang kosong, akhirnya dia kami bawa ke rumah. Kami baringkan di karpet dan dia mulai meronta-ronta. KERASUPAN, ya salah satu teman saya bilang begitu. KAMI TAMBAH PANIK, semua berhambur. Ada yang membacakan lafadz-lafadz Allah, ada yang mencari Al-qur’an ada yang berlari ke luar karena tidak mau melihat dan ada yang sibuk melakukan gerakan-gerakan aneh yang keliatannya emang sedang berusaha mengeluarkan apalah itu dari tubuh yang kesurupan itu. Ia terus meronta-ronta KAMI TAMBAH DAN TAMBAH PANIK, teman saya yang berusaha mengeluarkan apalah itu pun semakin gentar dalam mengeluarkan apalah itunya –untung kami punya teman yang mengerti dalam hal ini ^^.
SAYA BENAR-BENAR PANIK, selain panik karena ada yang kesurupan saya juga takut kalo-kalo orang rumah datang. Bisa brabe nih urusan. Untuk menghilangkan kepanikan itu sayapun keluar rumah untuk menghirup sedikit udara. Di depan rumah saya terdiam sejenak menikmati udara dingin malam itu. Sesuatu yang aneh dari salah satu rumah tetengga saya yang saat itu mememang gelap membuat saya menengok ke arahnya. Tak disangka tak diduga, ada sosok putih tak jelas dengan gerakan-gerakan aneh langsung membuat saya SEMAKIN TAMBAH PANIK. Sayapun langsung masuk ke dalam rumah dan berniat untuk memberitahukan salah satu teman saya –yang memang menurut saya dan teman-teman yang lain dia itu orangnya kandel (gak takut ma apa-apa). Ke adaan di dalam sudah tidak terlalu sekacau tadi, yang kesurupan sudah sedikit membaik –tidak sadar dan tidak meronta-ronta lagi.
Saya pun memberitahukan kejadian yang baru saya alami di luar tadi, karena yang mendengar bukan teman yang saya maksud saja, akhirnya beberapa orang ikut untuk mengecek apakah benar mengenai apa yang saya lihat. Ternyata NIHIL, tak ada apa-apa di depan rumah tadi. SAYA MASIH PANIK dan SUPER KETAKUTAN.
Saya berusaha membangunkan yang punya rumah, tapi tak ada jawaban dari dalam. Fiuh,,, saya mencoba mengabaikan makhluk apa itu, ternyata susah. Banyak teman yang mulai menghibur – hahahahaha- karena saya terlihat sangat kacau malam itu, jadi lebih banyak ngelamun memikirkan yang tadi itu. Wew.
Akhirnya ritual mengeluarkan apa itulah dari tubuh yang kesurupan selesai. Dia siuman, semua senang. Tapi saya masih PUYENG mikirin yang itu.
Kami berkumpul, membicarakan ini itu dan membicarakan apa yang tadi saya liat. Di ujung, akhirnya kami memutuskan untuk menginap di rumah teman saya yang kesurupan itu. Senang bisa menghabiskan malam bersama, karena kalau tidak, saya PASTI GAK AKAN BISA TIDUR. Fuhhhh.
Ternyata dan ternyata, setelah hari esok datang saya punmenceritakan APA YANG SAYA LIAT kepada tetangga saya. Fiuh,,, tuh bapa-bapa emang jail. Ternyata beliau yang menggunakan mukenah malem2 goyang-goyang gak jelas. ^^! , alesannya, karena beliau tahu apa yang kita lakuin sebelumnya –foto-foto setan-setanan dan kita berisik sepanjang malem- jadilah tuh bapak nakut-nakutin qita (saya korbannya). Hahahahaha, yang paling memalukan saya sempet nangis karena ketakutan. HAHAHAHAHAHA,,, tau ittu boongan,,, tadi kaga usah pake acara nangis lagggi. Fiuh. ^^v (jaman SMP).
^^
TPI sukses dengan gentayangannya dan Trans TV sukses dengan dunia lainnya. Kedua tayangan tersebut bersaing pada jamannya. Semua orang selalu menantikan kisah-kisah menakutkan dan penampakan juga hal-hal gaib lainnya dalam setiap episode yang disuguhkan oleh acara itu.
Saya adalah salah satu penggemar acara-acara macam itu, walau rasa takut terus menghantui setelah menyaksikan acara itu, tetapi tetap saja rasa penasaran mendorong saya untuk terus ikut menonton acara itu disetiap episodenya.
Karena takut apabila menonton sendirian, saya dan teman-teman biasanya melakukan nonton bareng acara tersebut disalah satu rumah teman saya. Hampir setiap episode kami tonton bersama-sama. Ide gila pun terbentuk ketika salah satu teman saya membeli sebuah topeng tengkorak berlumuran darah yang biasa ia gunakan untuk menakut-nakuti orang.
Malam minggu, biasa kami habiskan berkumpul bersama disalah satu taman yang ada di kompleks kami. Ngobrol dan ngobrol hanya itu yang biasa kami lakukan. Salah satu teman menawarkan untuk foto-foto, karena dia senang mengoleksi foto teman-temannya. Akhirnya kami berfoto-foto di salah satu poskamling. Puas dengan foto-foto kami kembali berkumpul dan mulai ngobrol hal-hal yang kami sukai. Topik tiba-tiba beralih ke hal-hal mistis (kalo lagi ngobrol emang topiknya suka tiba-tiba berubah), tak lain mengenai tayangan gentayangan dan dunia lain.
Ide gila yang saya sebutkan sebelumnya –ingat salah satu segment dari gentayangan dimana melihatkan foto-foto yang tidak sengaja menangkap gambar-gambar makhluk halus?- adalah membuat foto semacam itu, tetapi hantunya bohongan dan salah satu teman saya siap menjadi sekarelawan untuk dijadikan hantu. Sialnya kita semua setuju dengan ide gila itu. Salah satu teman perempuan saya mengambil mukenahnya dan meminjamkannya untuk dijadikan kostum hantu. Hantu pun siap untuk berfoto, dengan topeng tengkorak dan kostum putih, sosok itu lumayan menakutkan. Kami befoto di bawah pohon mangga besar dan sang hantu berpura-pura nongol dari belakang kami, sehingga kesannya seperti penampakan yang natural. Tapi setelah diliat-liat masih saja janggal dan tidak terlihat natural. Pemotretanpun pindah ke tempat lain. sekarang berfoto di sebuah pagar tembok setinggi pinggang dan sang hantu menyumbul dari balik pagar batu bata itu, hasilnya tetap saja tidak natural.
Lelah dengan ide gila yang tidak berhasil, akhirnya kami kembali berkumpul di poskamling. Sang hantu melepas kostumnya, tampak kepanasan karena topeng yang dikenakannya. Gak kerasa ternyata udah lebih dari tengah malam, Tidak begitu lama, salah satu teman perempuan kami mengusulkan untuk berfoto-foto lagi dan dia yang ingin menjadi hantunya. Setuju dengan hal itu, akhirnya kami mendandani dia dengan topeng dan mukenah. Kali ini kami bentuk seperti hantu POCONG, serius serem setengah mampus. Fiuh, macam-macam sajja.
Kami pun kembali berfoto dipagar tadi, hasilnya memang lebih seram, tapi tetap saja tidak natural. Cukup, salah satu teman mengusulkan. Saya dan teman-teman yang menjadi objek foto kembali ke pos, tetapi sang hantu tetap saja berdiri di tempatnya. Kami mulai ketakutan, kami pikir bercanda, namun dia tetap saja berdiri tanpa bergerak sedikitpun. Kami panggil-panggil namanya, tetap saja sang hantu diam. Akhirnya salah satu teman kami menuntunnya berjalan ke poskamling dan kami pun membantu melepas kostum POCONG-nya.
Setelah semua kostum dilepas, keadaan tidak berubah. Dia tetap diam dengan tatapan kosong, kami ajak berbicara, -malah bercanda tapi tidak ada respon. Tidak lama, badannya mulai lunglai dan perlahan jatuh ke belakang. KAMI SUPER PANIK. Karena pada saat itu rumah saya sedang kosong, akhirnya dia kami bawa ke rumah. Kami baringkan di karpet dan dia mulai meronta-ronta. KERASUPAN, ya salah satu teman saya bilang begitu. KAMI TAMBAH PANIK, semua berhambur. Ada yang membacakan lafadz-lafadz Allah, ada yang mencari Al-qur’an ada yang berlari ke luar karena tidak mau melihat dan ada yang sibuk melakukan gerakan-gerakan aneh yang keliatannya emang sedang berusaha mengeluarkan apalah itu dari tubuh yang kesurupan itu. Ia terus meronta-ronta KAMI TAMBAH DAN TAMBAH PANIK, teman saya yang berusaha mengeluarkan apalah itu pun semakin gentar dalam mengeluarkan apalah itunya –untung kami punya teman yang mengerti dalam hal ini ^^.
SAYA BENAR-BENAR PANIK, selain panik karena ada yang kesurupan saya juga takut kalo-kalo orang rumah datang. Bisa brabe nih urusan. Untuk menghilangkan kepanikan itu sayapun keluar rumah untuk menghirup sedikit udara. Di depan rumah saya terdiam sejenak menikmati udara dingin malam itu. Sesuatu yang aneh dari salah satu rumah tetengga saya yang saat itu mememang gelap membuat saya menengok ke arahnya. Tak disangka tak diduga, ada sosok putih tak jelas dengan gerakan-gerakan aneh langsung membuat saya SEMAKIN TAMBAH PANIK. Sayapun langsung masuk ke dalam rumah dan berniat untuk memberitahukan salah satu teman saya –yang memang menurut saya dan teman-teman yang lain dia itu orangnya kandel (gak takut ma apa-apa). Ke adaan di dalam sudah tidak terlalu sekacau tadi, yang kesurupan sudah sedikit membaik –tidak sadar dan tidak meronta-ronta lagi.
Saya pun memberitahukan kejadian yang baru saya alami di luar tadi, karena yang mendengar bukan teman yang saya maksud saja, akhirnya beberapa orang ikut untuk mengecek apakah benar mengenai apa yang saya lihat. Ternyata NIHIL, tak ada apa-apa di depan rumah tadi. SAYA MASIH PANIK dan SUPER KETAKUTAN.
Saya berusaha membangunkan yang punya rumah, tapi tak ada jawaban dari dalam. Fiuh,,, saya mencoba mengabaikan makhluk apa itu, ternyata susah. Banyak teman yang mulai menghibur – hahahahaha- karena saya terlihat sangat kacau malam itu, jadi lebih banyak ngelamun memikirkan yang tadi itu. Wew.
Akhirnya ritual mengeluarkan apa itulah dari tubuh yang kesurupan selesai. Dia siuman, semua senang. Tapi saya masih PUYENG mikirin yang itu.
Kami berkumpul, membicarakan ini itu dan membicarakan apa yang tadi saya liat. Di ujung, akhirnya kami memutuskan untuk menginap di rumah teman saya yang kesurupan itu. Senang bisa menghabiskan malam bersama, karena kalau tidak, saya PASTI GAK AKAN BISA TIDUR. Fuhhhh.
Ternyata dan ternyata, setelah hari esok datang saya punmenceritakan APA YANG SAYA LIAT kepada tetangga saya. Fiuh,,, tuh bapa-bapa emang jail. Ternyata beliau yang menggunakan mukenah malem2 goyang-goyang gak jelas. ^^! , alesannya, karena beliau tahu apa yang kita lakuin sebelumnya –foto-foto setan-setanan dan kita berisik sepanjang malem- jadilah tuh bapak nakut-nakutin qita (saya korbannya). Hahahahaha, yang paling memalukan saya sempet nangis karena ketakutan. HAHAHAHAHAHA,,, tau ittu boongan,,, tadi kaga usah pake acara nangis lagggi. Fiuh. ^^v (jaman SMP).
Bang Jadi yang pintar.....
Namanya bang Jadi.Dia adalah seorang paman dari keponakannya yang bernama Halim.Suatu hari,saat bang Jadi memanggil Halim untuk memancing di danau,bang Jadi sempat bercerita tentang dirinya di masa kecil. Ia bercerita bagaimana hidup di jaman yang serba kekurangan,dan penuh rintangan untuk meraih bangku pendidikan.Pada waktu penjajahan negara asing ke Indonesia pendidikan indonesia bagai air di daun talas yang seakan-akan jatuh ketika di letangkan.Bang Jadi adalah orang yang pertama mampu membaca di kampungnya selain dia,tidak ada seorangpun,diapun mendapat julukan si pintar,walaupun hanya bisa membaca.
Bang Jadi merasa bangga kepada dirinya,ia pun semangat belajar walaupun hanya dengan bekal membaca.Tapi bisa di perkirakan bagaimana keadaan pada saat itu,kekurangan adalah hal yang paling menonjol.Dan akhirnya Bang Jadi menjadi dewasa dengan pekerjaan sebagai nelayan.Bisa di bayangkan jaman penjajahan yang serba kekurangan,bisa menjadi jembatan antara dunia anak-anak dan pendidikan.Tak seperti jaman sekarang yang penuh dengan fasilitas untuk belajar malah menjadi lereng yang memisahkan dunia anak-anak dan pendidikan.anak-anak jaman sekarang hanya sering bergaul dengan orang-orang dewasa seakan-akan mereka sudah dewasa.Bang Jadi sering berteriak dalam hati walaupun teriakan nya itu tidak dapat di dengar oleh orang lain.Apakah dunia ini harus berulang dari awal?,apakah jaman penjajahan harus di ulang di masa kini agar semakin banyak anak yang ingin belajar?.Sedangkan beberapa orang pemerintah hanya sedang asik dengan gaji dan kedudukannya,dan banyak uang yang entah dari mana asalnya.
(Rizky1996)
Menanti
Dedaunan masih bergoyang, laju kendaraan makin tak tertahankan lagi, seorang anak kecil bersepeda sangat dekat dengan jalan raya, membuat siapapun yang melihatnya menjadi berdebar-debar.
Taman ini terlalu sepi, biasanya banyak orang yang datang kesini, orang tua, anak-anak tak luput para orang dewasa yang sedang di mabuk cinta. Sepi ini mungkin terasa amat terasa bagiku, namun hatiku tak melebihi kesepian ini, rasanya tak ada lagi suara di dunia ini yang dapat terdengar di telinga.
Sepi.... seorang diri.... begitu hatiku berkata.Dering handphoneku berbunyi membuyarkan kesepian ini, tertera nama atasanku di layarnya. Mungkin ia mulai kesusahan dengan pekerjaan yang tak pernah ada habisnya. Hatiku mulai bimbang, sebelah masih memikirkan penyebab rasa sepi ini dan sebelahnya mulai memikirkan wajah Pak Andi yang mulai stres menghadapi Bos besar.
Seekor kupu-kupu hitam mendekati bunga mawar itu, sejenak kulihat kupu-kupu itu akan mendekat ke dalam warna merah itu, tapi entah ada apa dia tak jadi mendekatinya dan malah pergi terbang tinggi hingga tak terlihat lagi karena sinar matahari mulai meninggi.
Taman ini mulai ramai, sejumlah anak tk mulai datang dibelakang mereka ada 2 wanita yang kemungkinan besar itu adalah pengajar mereka. Mereka berlarian kesana-kemari, tertawa bersama tanpa ada masalah. Andai aku bisa seperti itu, mungkin aku bisa melakukannya tapi entah kapan, menanti rasa sepi ini terbawa oleh sinar mentari seperti kupu-kupu yang terbang tadi.Bangkit dari tempat duduk, menatap mentari yang mulai terasa panas, mencoba tuk melupakan rasa sepi ini, semoga saja penyebab sepi ini bisa segera kembali, dan membuat hariku seperti anak-anak tk tadi,bisa berlari dengan penuh tawa. Ku jalani jalan taman ini kembali, melewati anak-anak tadi dan dengan sihir mereka membuat ku tersenyum pada mereka. Sepi, oh sepi kapan kau kembali, kumenunggumu di sini.
(Pertiwi)
Anak Perempuan di Rumah Sakit itu
"Yuki ... nanti cepet pulangnya ya! jangan mampir-mampir lagi" teriak mamaku dari dalam rumah. "Iya mah ..." jawabku pendek. Kemudian aku segera mengayuh sepedaku menuju Rumah Sakit. Namaku adalah Yuki, dalam bahasa Jepang artinya salju. Umurku 13 tahun dan sekarang aku duduk di kelas 2 SMP. Aku mempunyai 2 orang adik, satu laki-laki yang sedang duduk di kelas 4 SD dan satunya lagi perempuan yang masih berumur 3 tahun. Sekarang aku sedang dalam perjalanan ke Rumah Sakit untuk menjenguk saudara perempuanku yang bernama Anna. Umurnya beda setahun denganku. Dia terkena DBD beberapa hari lalu. Beberapa saat kemudian aku sudah duduk di samping ranjang Anna.
Anna terkulai lemas, dengan infus di tangannya.Di sampingnya ada mamanya yang biasa aku panggil tante Renny."Makanya na, kalo dibilang jangan males makan ya diikutin. Kan jadinya kayak gini " kataku sambil meletakan keranjang buah di meja". Anna hanya bisa mengangguk lemas. Tetapi tiba-tiba mataku menangkap bayangan seorang wanita di balik gorden ruangan itu. Tepatnya gorden yang memisahkan ranjang-ranjang. DEG ! jantungku berdebar keras dan aku langsung mendekatinya dan membukanya dengan cepat. Srrreeeekkkkkk ANEH ! tidak ada apa-apa disana
"Ada apa Yu ?" tanya tante Renny heran. "E... eng... enggak, enggak ada apa-apa" kata ku tergagap. Aku sangat heran bercampur kaget, Pasti aku salah liat ! kataku dalam hati untuk menenangkan diriku. Dua jam kemudian Anna sudah tertidur pulas."Aku pulang dulu ya tante Renny" kataku karena jam juga sudah menunjukan pukul 7 malam. "Iya, hati-hati ya Yu"kata Tante Renny. Kemudian aku keluar dan bermaksud untuk menuruni tangga.
***
Tiba-tiba ada seorang anak perempuan yang usianya mungkin sepantar dengan Anna. Ia naik di kursi roda .Wajahnya murung, iya sedang melihat ke Arahku. "Hai, kamu siapa ?" kataku ramah. Wajahnya yang murungpun berubah menjadi manis dan ia tersenyum. "Lavender William, panggil aku Lavender" katanya. Lalu ia mengajakku duduk di dekatnya.
Lalu kami mengobrol. "Nama kamu siapa ?" katanya menayakan balik. "Yuki, Yuki Putri Dewi". "Nama yang bagus ya...". "Iya" sahutku lagi. "Sudah berapa lama kamu dirawat disini Lavender ?" tanyaku ingin tahu. Wajahnya berubah murung lagi, "Aku sejak kecil disini, aku kesepian. Aku bahkan tidak pernah pergi ke sekolah. Aku ingin punya banyak teman. Sehari-hari aku hanya di berikan tugas oleh guru lesku dan memandang pemandangan disini" ceritanya panjang lebar. Aku jadi ikut sedih melihatnya.
"Yang sabar ya, pasti suatu hari nanti kamu akan sembuh" kataku sambil menepuk pundaknya. Aku merasakan tubuhnya sangat dingin seperti es. "Iya, terimakasih ya" katanya sambil menghapus air mata yang sempat muncul. Tiba-tiba seseorang dari jauh mendatangiku. "Yuki, ngapain sendirian disini?" katanya. Rupanya papanya Anna, atau yang biasa ku panggil om Harry yang baru pulang dari kantor dan ingin menjenguk anaknya.
"Yuki enggak sendirian kok om, kan ada ..." kataku sambil berbalik dan ingin menunjuk Lavender. Aku sangat terkejut, di sampingku tidak ada siapa-siapa kecuali satu kursi roda rusak yang sudah karatan. Rahangku ternganga lebar, keringat dingin membasahi tubuhku. "Ada apa Yuki ?"kata Om Harry khawatir. "Ng ... Nggak ada apa-apa kok om... Yuki pulang dulu ya ..." kata ku seraya berlari sekuat tenaga. Kemudian ke tempat parkir dan langsung mengayuh sepeda dengan perasaan yang tak enak.
***
Malamnya aku tidak bisa tidur. Anak perempuan yang bernama Lavender itu terus ada di bayanganku. "Apa maksudnya ? Dia kesepian ? Apa dia itu hantu ? ". Aku terus memikirkannya, tak kurasa akupun terlelap. Lalu tiba-tiba aku melihat Anna sedang tidur di ranjangnya di rumah sakit. Lalu aku melihat Lavender berbicara kepada Anna. rasanya iya berbicara padaku. "Ayo ikut denganku yuk ... lebih baik hidup saja di rumah sakit ini selamanya bersamaku. Daripada terus-terusan sengsara. Yuk !!!" katanya sambil tersenyum . Anna mengeleng. Tetapi akhirnya Lavender memaksanya.
Lavender berubah menjadi sangat menyeramkan dengan wajah yang penuh dengan darah. Mukanya menjadi seperti dilindas truk. "AAAAAAAAAAARRRRRRRRRGGGGGGGGHHHHHHHH" Anna menjerit, jeritannya sama kencangnya dengan ku. Lalu semuanya menjadi gelap dan aku terbangun dari tidurku. Badanku basah dengan keringat . Rupanya AC nya mati. Mimpi yang seperti nyata.
Aku melihat sudah jam 8 pagi. Ini hari Jumat dan sekolahku sedang libur karena kelas 9 ujian. Setelah mandi dan sarapan aku langsung pergi lagi ke Rumah Sakit karena khawatir dengan keadaan Anna. Dan aku juga ingin menyelidiki tentang Lavender lebih jauh. Sesampainya disana, kekhawatiranku menjadi kenyataan. Anna dalam keadaan koma di ruang ICU. Tante Renny dan Om Harry sedang menangis dan tak henti-hentinya berdoa. Kemudian aku segera pergi untuk mencari tahu pada seorang suster di kamar sebelumnya tempat Anna di rawat.
"Permisi suster" kata ku pada seorang suster yang memakai kacamata. "Ada apa dik ?". "Apa suster pernah mendengar seorang pasien yang bernama Lavender William ?" kataku dengan terburu-buru. Suster itu berusaha mengingat-ingat sebentar. "Oh iya ! itu pasien kami yang sudah lama sekali meninggal. Ia menghabiskan hidupnya di Rumah Sakit ini dan ia meninggal di kamar ini tepatnya di tempat tidur itu" kata nya sambil menunjuk tempat tidur di samping tempat tidur Anna.
***
Suster itu menceritakan semuanya kepadaku. Seperti inilah cerita sebenarnya :
Lavender William, anak dari bapak Willy yang adalah seorang ilmuwan. Ibunya telah lama meninggal saat melahirkan Lavender. Sejak lahir iya dirawat disini karena mengalami kelainan fisik yaitu iya tidak bisa berjalan dan sering mengeluarkan darah dari mulutnya. Setiap hari iya hanya memandang keluar jendela. Semangat sembuhnya sangat kuat, iya sangat ingin pergi kesekolah dan mempunyai banyak teman. Tetapi pada suatu hari iya meninggal karena sudah tidak kuat lagi.
***
Setelah berterimakasih kepada suster, aku langsung menuju tempat tidur tersebut. "LAVENDER, TOLONG JANGAN AMBIL ANNA... ORANGTUANYA SANGAT MENCINTAINYA ! IYA JUGA MASIH INGIN HIDUP DAN BERKEMBANG ! TOLONG LAVENDER ,,, AKU TAHU PERASAAN MU YANG SANGAT INGIN HIDUP DAN BERTEMAN DENGAN BANYAK ORANG ! TETAPI JANGAN AMBIL SAUDARAKU ! BANYAK ORANG MENANGIS KARENA KEADAANNYA SEKARANG ! " tiba-tiba datang angin kencang entah dari mana. Kemudian Lavender dengan kursi rodanya menatapku. "AKU JUGA ! AKU JUGA INGIN HIDUP ! BUKAN HANYA ORANG-ORANG LAIN YANG NORMAL DAN SEMPURNA" katanya sambil menangis. "SEHARI-HARI AKU HANYA BERHARAP DAN BERHARAP, TAPI APA YANG AKU DAPAT ??? HANYA KESENGSARAAN !" katanya lagi. Kemudian aku tersenyum. "Kamu bisa bahagia Lavender, kamu bisa bahagia di sana berkumpul dengan ibumu... kamu mau kan berkumpul dengan ibumu ? tempatmu bukan disini sekarang. Aku rasa Lavender anak perempuan yang baik kan ? Bukan Lavender yang ingin mengambil hidup orang lain ?" kataku lembut, tak terasa air mata mengalir di pipiku. Kemudian angin tersebut mulai reda.
***
"Baiklah Yuki,,, terimakasih untuk semuanya. Kata-katamu menyadarkan ku" katanya sambil terbang ke luar jendela, iya melambai padaku dan menghilang. Kemudian aku keluar lagi dan kembali ke ruang ICU.Ternyata Anna sudah melewatkan masa kritisnya ... Aku sangat senang, begitu juga dengan orangtua Anna. Beberapa minggu kemudian Anna sudah boleh keluar dari Rumah Sakit. Kami kemudian bermain di taman . Anna sangat ceria dan kemudian iya bertanya padaku. "Yuki, apakah kamu tau seorang anak perempuan di rumah sakit yang seumuran denganku dan memakai kursi roda ?" tanyanya dengan heran. "Ummm .. tidak ..." kataku sambil menatap ke arah langit, aku merasa melihat Lavender yang sudah bahagia di alam sana ....
SELESAI ...
(Jessica Alexandra Therik)
Anna terkulai lemas, dengan infus di tangannya.Di sampingnya ada mamanya yang biasa aku panggil tante Renny."Makanya na, kalo dibilang jangan males makan ya diikutin. Kan jadinya kayak gini " kataku sambil meletakan keranjang buah di meja". Anna hanya bisa mengangguk lemas. Tetapi tiba-tiba mataku menangkap bayangan seorang wanita di balik gorden ruangan itu. Tepatnya gorden yang memisahkan ranjang-ranjang. DEG ! jantungku berdebar keras dan aku langsung mendekatinya dan membukanya dengan cepat. Srrreeeekkkkkk ANEH ! tidak ada apa-apa disana
"Ada apa Yu ?" tanya tante Renny heran. "E... eng... enggak, enggak ada apa-apa" kata ku tergagap. Aku sangat heran bercampur kaget, Pasti aku salah liat ! kataku dalam hati untuk menenangkan diriku. Dua jam kemudian Anna sudah tertidur pulas."Aku pulang dulu ya tante Renny" kataku karena jam juga sudah menunjukan pukul 7 malam. "Iya, hati-hati ya Yu"kata Tante Renny. Kemudian aku keluar dan bermaksud untuk menuruni tangga.
***
Tiba-tiba ada seorang anak perempuan yang usianya mungkin sepantar dengan Anna. Ia naik di kursi roda .Wajahnya murung, iya sedang melihat ke Arahku. "Hai, kamu siapa ?" kataku ramah. Wajahnya yang murungpun berubah menjadi manis dan ia tersenyum. "Lavender William, panggil aku Lavender" katanya. Lalu ia mengajakku duduk di dekatnya.
Lalu kami mengobrol. "Nama kamu siapa ?" katanya menayakan balik. "Yuki, Yuki Putri Dewi". "Nama yang bagus ya...". "Iya" sahutku lagi. "Sudah berapa lama kamu dirawat disini Lavender ?" tanyaku ingin tahu. Wajahnya berubah murung lagi, "Aku sejak kecil disini, aku kesepian. Aku bahkan tidak pernah pergi ke sekolah. Aku ingin punya banyak teman. Sehari-hari aku hanya di berikan tugas oleh guru lesku dan memandang pemandangan disini" ceritanya panjang lebar. Aku jadi ikut sedih melihatnya.
"Yang sabar ya, pasti suatu hari nanti kamu akan sembuh" kataku sambil menepuk pundaknya. Aku merasakan tubuhnya sangat dingin seperti es. "Iya, terimakasih ya" katanya sambil menghapus air mata yang sempat muncul. Tiba-tiba seseorang dari jauh mendatangiku. "Yuki, ngapain sendirian disini?" katanya. Rupanya papanya Anna, atau yang biasa ku panggil om Harry yang baru pulang dari kantor dan ingin menjenguk anaknya.
"Yuki enggak sendirian kok om, kan ada ..." kataku sambil berbalik dan ingin menunjuk Lavender. Aku sangat terkejut, di sampingku tidak ada siapa-siapa kecuali satu kursi roda rusak yang sudah karatan. Rahangku ternganga lebar, keringat dingin membasahi tubuhku. "Ada apa Yuki ?"kata Om Harry khawatir. "Ng ... Nggak ada apa-apa kok om... Yuki pulang dulu ya ..." kata ku seraya berlari sekuat tenaga. Kemudian ke tempat parkir dan langsung mengayuh sepeda dengan perasaan yang tak enak.
***
Malamnya aku tidak bisa tidur. Anak perempuan yang bernama Lavender itu terus ada di bayanganku. "Apa maksudnya ? Dia kesepian ? Apa dia itu hantu ? ". Aku terus memikirkannya, tak kurasa akupun terlelap. Lalu tiba-tiba aku melihat Anna sedang tidur di ranjangnya di rumah sakit. Lalu aku melihat Lavender berbicara kepada Anna. rasanya iya berbicara padaku. "Ayo ikut denganku yuk ... lebih baik hidup saja di rumah sakit ini selamanya bersamaku. Daripada terus-terusan sengsara. Yuk !!!" katanya sambil tersenyum . Anna mengeleng. Tetapi akhirnya Lavender memaksanya.
Lavender berubah menjadi sangat menyeramkan dengan wajah yang penuh dengan darah. Mukanya menjadi seperti dilindas truk. "AAAAAAAAAAARRRRRRRRRGGGGGGGGHHHHHHHH" Anna menjerit, jeritannya sama kencangnya dengan ku. Lalu semuanya menjadi gelap dan aku terbangun dari tidurku. Badanku basah dengan keringat . Rupanya AC nya mati. Mimpi yang seperti nyata.
Aku melihat sudah jam 8 pagi. Ini hari Jumat dan sekolahku sedang libur karena kelas 9 ujian. Setelah mandi dan sarapan aku langsung pergi lagi ke Rumah Sakit karena khawatir dengan keadaan Anna. Dan aku juga ingin menyelidiki tentang Lavender lebih jauh. Sesampainya disana, kekhawatiranku menjadi kenyataan. Anna dalam keadaan koma di ruang ICU. Tante Renny dan Om Harry sedang menangis dan tak henti-hentinya berdoa. Kemudian aku segera pergi untuk mencari tahu pada seorang suster di kamar sebelumnya tempat Anna di rawat.
"Permisi suster" kata ku pada seorang suster yang memakai kacamata. "Ada apa dik ?". "Apa suster pernah mendengar seorang pasien yang bernama Lavender William ?" kataku dengan terburu-buru. Suster itu berusaha mengingat-ingat sebentar. "Oh iya ! itu pasien kami yang sudah lama sekali meninggal. Ia menghabiskan hidupnya di Rumah Sakit ini dan ia meninggal di kamar ini tepatnya di tempat tidur itu" kata nya sambil menunjuk tempat tidur di samping tempat tidur Anna.
***
Suster itu menceritakan semuanya kepadaku. Seperti inilah cerita sebenarnya :
Lavender William, anak dari bapak Willy yang adalah seorang ilmuwan. Ibunya telah lama meninggal saat melahirkan Lavender. Sejak lahir iya dirawat disini karena mengalami kelainan fisik yaitu iya tidak bisa berjalan dan sering mengeluarkan darah dari mulutnya. Setiap hari iya hanya memandang keluar jendela. Semangat sembuhnya sangat kuat, iya sangat ingin pergi kesekolah dan mempunyai banyak teman. Tetapi pada suatu hari iya meninggal karena sudah tidak kuat lagi.
***
Setelah berterimakasih kepada suster, aku langsung menuju tempat tidur tersebut. "LAVENDER, TOLONG JANGAN AMBIL ANNA... ORANGTUANYA SANGAT MENCINTAINYA ! IYA JUGA MASIH INGIN HIDUP DAN BERKEMBANG ! TOLONG LAVENDER ,,, AKU TAHU PERASAAN MU YANG SANGAT INGIN HIDUP DAN BERTEMAN DENGAN BANYAK ORANG ! TETAPI JANGAN AMBIL SAUDARAKU ! BANYAK ORANG MENANGIS KARENA KEADAANNYA SEKARANG ! " tiba-tiba datang angin kencang entah dari mana. Kemudian Lavender dengan kursi rodanya menatapku. "AKU JUGA ! AKU JUGA INGIN HIDUP ! BUKAN HANYA ORANG-ORANG LAIN YANG NORMAL DAN SEMPURNA" katanya sambil menangis. "SEHARI-HARI AKU HANYA BERHARAP DAN BERHARAP, TAPI APA YANG AKU DAPAT ??? HANYA KESENGSARAAN !" katanya lagi. Kemudian aku tersenyum. "Kamu bisa bahagia Lavender, kamu bisa bahagia di sana berkumpul dengan ibumu... kamu mau kan berkumpul dengan ibumu ? tempatmu bukan disini sekarang. Aku rasa Lavender anak perempuan yang baik kan ? Bukan Lavender yang ingin mengambil hidup orang lain ?" kataku lembut, tak terasa air mata mengalir di pipiku. Kemudian angin tersebut mulai reda.
***
"Baiklah Yuki,,, terimakasih untuk semuanya. Kata-katamu menyadarkan ku" katanya sambil terbang ke luar jendela, iya melambai padaku dan menghilang. Kemudian aku keluar lagi dan kembali ke ruang ICU.Ternyata Anna sudah melewatkan masa kritisnya ... Aku sangat senang, begitu juga dengan orangtua Anna. Beberapa minggu kemudian Anna sudah boleh keluar dari Rumah Sakit. Kami kemudian bermain di taman . Anna sangat ceria dan kemudian iya bertanya padaku. "Yuki, apakah kamu tau seorang anak perempuan di rumah sakit yang seumuran denganku dan memakai kursi roda ?" tanyanya dengan heran. "Ummm .. tidak ..." kataku sambil menatap ke arah langit, aku merasa melihat Lavender yang sudah bahagia di alam sana ....
SELESAI ...
(Jessica Alexandra Therik)
Saturday, July 24, 2010
Sosok itu teramat lemah.....
Sosok itu teramat lemah
Untuk sekdar langkahkan kaki
Lihatlah!
Mata itu telah sayu
Lelah menatap dunia
Yang tak kunjung mengerti
Bahwa cinta itu slalu dinanti
Cinta yang telah menghempaskannya
Dalam lembah derita
Gelap!!!!!!
Asa itu pun kian samar
Coba direngkuhnya
Sekedar tenangkan gundah di jiwa
Saat pagi tiba
Berharap cinta itu
Bersama berjuta mimpi
Harapan
Cita
Langkah itu pun kian gontai
Tanpa arah pasti
Mentari pagi coba tawarkan harapan
Angin malam tawarkan harapan pula
Gunung pun coba berikan harapan baru
Tapi jiwa itu tak bergeming
Memegang erat rindu padamu
Untuk sekdar langkahkan kaki
Lihatlah!
Mata itu telah sayu
Lelah menatap dunia
Yang tak kunjung mengerti
Bahwa cinta itu slalu dinanti
Cinta yang telah menghempaskannya
Dalam lembah derita
Gelap!!!!!!
Asa itu pun kian samar
Coba direngkuhnya
Sekedar tenangkan gundah di jiwa
Saat pagi tiba
Berharap cinta itu
Bersama berjuta mimpi
Harapan
Cita
Langkah itu pun kian gontai
Tanpa arah pasti
Mentari pagi coba tawarkan harapan
Angin malam tawarkan harapan pula
Gunung pun coba berikan harapan baru
Tapi jiwa itu tak bergeming
Memegang erat rindu padamu
Senandung malam minggu
Kudengar lirih suaramu
Bersenandungkan pujian alam
Sabtu malam
Isyaratkan rindu yang teramat dalam
Terpendam di lubuk hatimu
Sepenggal kisah indah
Bersama jiwa-jiwa pecinta
Suburkan taman jiwamu
Hiasi dinding relung hatimu
Tegakkan arti hidupmu
Bersamanya menganyam waktu
Merenda hari
Merangkai makna
Kini yang tersisa tinggalah kenangan
Entah kapan jiwamu berhenti bersenandung lirih
Bersenandungkan pujian alam
Sabtu malam
Isyaratkan rindu yang teramat dalam
Terpendam di lubuk hatimu
Sepenggal kisah indah
Bersama jiwa-jiwa pecinta
Suburkan taman jiwamu
Hiasi dinding relung hatimu
Tegakkan arti hidupmu
Bersamanya menganyam waktu
Merenda hari
Merangkai makna
Kini yang tersisa tinggalah kenangan
Entah kapan jiwamu berhenti bersenandung lirih
Bukan karena engkau...
Aku menangis bukan karena engkau
Aku bersedih bukan karena engkau
Aku termenung bukan karena engkau
Aku tersenyum bukan karena engkau
Aku pun tertawa bukan karena engkau
Aku terjatuh bukan karena engkau
Aku bahagia bukan karena engkau
Aku terbangun bukan karena engkau
Aku,
Tangisku….
Sedihku…
Termenungku…
Tersenyumku…
Tertawaku…
Bahagiaku…
Adalah karena selain-Mu
Aku bukanlah penyembahmu
Dan aku pun bukan penyanjung-Mu
Tapi aku bukanlah apa-apa tanpa-Mu
Tuhan,
Sisakan untukku waktu tuk kembali
Aku bersedih bukan karena engkau
Aku termenung bukan karena engkau
Aku tersenyum bukan karena engkau
Aku pun tertawa bukan karena engkau
Aku terjatuh bukan karena engkau
Aku bahagia bukan karena engkau
Aku terbangun bukan karena engkau
Aku,
Tangisku….
Sedihku…
Termenungku…
Tersenyumku…
Tertawaku…
Bahagiaku…
Adalah karena selain-Mu
Aku bukanlah penyembahmu
Dan aku pun bukan penyanjung-Mu
Tapi aku bukanlah apa-apa tanpa-Mu
Tuhan,
Sisakan untukku waktu tuk kembali
Telanjangilah aku
Ingin kutanggalkan baju ini
Dan kulepaskan perhiasan ini
Lalu kubuang semua dari hidupku
Dan biarkan diri ini telanjang
Agar aku bisa melihat siapa diri ini
Diri yang sombong untuk tunduk di hadapan-Nya
Diri yang angkuh
Diri yang enggan berbagi dengan saudaranya
Diri yang lalai akan kewajibannya
Diri yang lupa waktu kembali
Diri yang gandrung kemegahan
Diri yang memuja dunia
Padahal
Kita tak pernah tahu
Kemana hati ini hendak melangkah
Karena Izroil datang tanpa salam
Dan kulepaskan perhiasan ini
Lalu kubuang semua dari hidupku
Dan biarkan diri ini telanjang
Agar aku bisa melihat siapa diri ini
Diri yang sombong untuk tunduk di hadapan-Nya
Diri yang angkuh
Diri yang enggan berbagi dengan saudaranya
Diri yang lalai akan kewajibannya
Diri yang lupa waktu kembali
Diri yang gandrung kemegahan
Diri yang memuja dunia
Padahal
Kita tak pernah tahu
Kemana hati ini hendak melangkah
Karena Izroil datang tanpa salam
Friday, July 23, 2010
Yang Seorang Ayah tidak bisa ucapkan...
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya"
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak
boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...dan setelah perasaan khawatir itu berlarut- larut... ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya.... Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan
bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa
pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !
Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya ;)
Yes I love you so much, Pa. ..
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya"
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak
boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...dan setelah perasaan khawatir itu berlarut- larut... ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya.... Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan
bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa
pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !
Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya ;)
Yes I love you so much, Pa. ..
Untukmu Cinta
Naila,
Tataplah tubuh ini
Yang lemah tanpa daya
Lihatlah kulit yang telah mengering ini
Lihat pula mata yang telah sayu ini
Mata ini sudah lama tak memandang keindahanmu
Bibir ini sudah lama tak bersenandungkan syairmu
Telinga ini sudah lama tak mendengar alunan lirik syairmu
Hati ini sudah lama tak tersentuh sinar cahayamu
Jiwa ini
Tubuh ini
Dan ruh ini
Bak musafir di padang tandus
Tanpa air,
tanpa makanan,
dan tanpa petunjuk jalan
Mungkin ia telah tersesat
Mungkin pula ia telah putus asa
Naila,
Peluklah tubuh ini
Belailah jiwa ini dengan tangan lembutmu
Sekedar menetramkan gundah gelisah di jiwa
Menguatkan asa yang sempat hilang
Naila,
Raihlah tangan yang kotor ini
Tuntunlah aku saat tersesat
Sadarkan aku saat terlena
Dan kuatkan aku saat terpuruk
Naila,
Kusebut indah namamu saat kuterjatuh
Kuingat ayu wajahmu saat kuterpuruk
Dan kupeluk ketulusan ruhmu saat tubuh ini tak lagi mampu bergerak.
Tataplah tubuh ini
Yang lemah tanpa daya
Lihatlah kulit yang telah mengering ini
Lihat pula mata yang telah sayu ini
Mata ini sudah lama tak memandang keindahanmu
Bibir ini sudah lama tak bersenandungkan syairmu
Telinga ini sudah lama tak mendengar alunan lirik syairmu
Hati ini sudah lama tak tersentuh sinar cahayamu
Jiwa ini
Tubuh ini
Dan ruh ini
Bak musafir di padang tandus
Tanpa air,
tanpa makanan,
dan tanpa petunjuk jalan
Mungkin ia telah tersesat
Mungkin pula ia telah putus asa
Naila,
Peluklah tubuh ini
Belailah jiwa ini dengan tangan lembutmu
Sekedar menetramkan gundah gelisah di jiwa
Menguatkan asa yang sempat hilang
Naila,
Raihlah tangan yang kotor ini
Tuntunlah aku saat tersesat
Sadarkan aku saat terlena
Dan kuatkan aku saat terpuruk
Naila,
Kusebut indah namamu saat kuterjatuh
Kuingat ayu wajahmu saat kuterpuruk
Dan kupeluk ketulusan ruhmu saat tubuh ini tak lagi mampu bergerak.
Ayah,... kembalikan tangan Dita!!!
Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" …. Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi
diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menangis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah
tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"…jawab pembantunya ringkas. "Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…"Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
"Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain nanti?… Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, " katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan
ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…
Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..
semoga kisah ini gak pernah terjadi..
untuk orang tua, kekerasan bukan jalan terbaik untuk mendidik anak!
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" …. Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi
diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menangis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah
tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"…jawab pembantunya ringkas. "Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…"Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
"Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?… Bagaimana Dita mau bermain nanti?… Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, " katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan
ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…
Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..
semoga kisah ini gak pernah terjadi..
untuk orang tua, kekerasan bukan jalan terbaik untuk mendidik anak!
Semangkuk Nasi
Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut. “Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih.”
Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan. Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.
Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan :
“dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya.”
Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum :
“Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !”
Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : “kuah sayur gratis.”
Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih.
“Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya.”
Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.
“Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya !”
Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota , demi menuntut ilmu datang kekota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.
Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini. Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi ?
Suaminya kemudian membisik kepadanya :
“Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ket empat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah.”
“Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya.”
“Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?”
Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.
“Terima kasih, saya sudah selesai makan.” Pemuda ini pamit kepada mereka. Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.
“Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !” katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi. Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.
Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi. Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.
Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.
“Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan.”
“Siapakah direktur diperusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !” sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.
“Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya.”
Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.
Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang. Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya.
Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka :”bersemangat ya ! di kemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !”
Mawar yang terbiar
Kemarin, wanita itu, mawar segar yang mengukir senyum dengan bibirnya yang ranum dan berseri menyambut gemulainya sang fajar, tapi kemarin juga peti kenangan yang tak mungkin kembali. Gigi-gigi takdir telah merenggut pelangi senja yang terbias di hati dua jiwa. Yang tinggal hanyalah…. luka bathin yang tercabik.Kehidupan sungguh drama menyakitkan bagi sebagian orang. Sebelum Avia sempat menyampaikan berita –yang telah disepakatinya dengan Surya- pada Syakila, mulut-mulut nyinyir yang berbau hasut telah menyiarkan kabar racun yang tidak benar demi kepentingannya sendiri.
“Surya telah mencampakkan kekasihnya lalu pergi untuk menikahi sahabatnya, Avia.”
......,,,,,,!!!!!????
Malam terus merayap merentangkan sayap-sayapnya yang semakin tebal. Burung hantu, lagu kematian dan isak tangis semakin berbaur memenuhi sudut-sudut ruangan. Hambar, dingin, tanpa gairah.
Surya Wira bergetar seakan aliran listrik dengan daya besar mengalir di tubuhnya. Dia terperanjat dari lamunan panjang ketika Rany menangis histeris dengan suara melengking yang mengalahkan ayat-ayat do’a.
“Kakaaaak…!!!! Bangun Kaaak!!!!” Rany terus menggoyang-goyangkan tubuh Syakila yang terbaring tak bedaya.
“Kenapa harus rela mengorbankan diri seperti ini? Laki-laki dan temanmu itu memang kejam. Biarkan mereka!”
Ayah Syakila yang duduk di sebelah kanan anaknya hanya diam dengan air mata, menutupi kebenaran yang dia ketahui. Dialah yang telah menciptakan prahara untuk anaknya sendiri yang akibatnya mengusung Syakila ke liang lahat.
Orang-orang melihat Syakila -yang tidak sanggup melepaskan jeratan rantai baja di lehernya, terengah-engah dengan nafas yang semakin tersumbat.
“Rany Adikku, jangan Menangis…! Aku rela takdirNya, biarkan aku kuyup dalam derita ini! Sekali lagi, ceritakan pada semua orang, jika kelaparan siang dan malam, aku tidak akan seperti ini…. Dan, jangan kau ceritakan pada laki-laki itu, aku tetap mencintainya! Biarkan aku menjadi lilin yang membakar diri sendiri...! Kehilangan dan ditinggalkan.”
“Anakuuuu…!!!” Ibunya menangis keras melumuri Syakila yang wajahnya semakin pucat.
Dengan terengah-engah dan air mata yang terus mengalir,
"Bu, ceritakan juga pada Avia, temanku, aku bahagia walau dikhianati. Ceritakan saja, aku seperti ini... hanya karena.... kita tidak sanggup... membayar, obat mujarab"
Gendang kehidupan semakin lamban bertalu.
Ditengah-tengah kesedihan keluarga, orang yang tidak tahu apa-apa dan bermulut nyinyir masih tidak puas melihat Syakila seperti itu, lalu bicara dengan membungkam mulut,
“HeuH, katanya dia itu ikhlas! Lihat saja, Tuhan telah membuktikan keagunganNya dengan menyiksa wanita itu seperti pelacur jalanan. Tubuhnya telah diserahkan pada laki-laki yang meninggalkannya.”
Surya yang menyaksikan semua ini tak kuasa menahan sedih, mata pisau yang tajam seakan mengiris-iris hatinya dan jaringan kaca tipis di matanya itu dibiarkannya meleleh. Hatinya penuh luka melihat tubuh wanita yang dikasihi layaknya pohon kering tanpa kulit menahan badai prahara sendirian.
Syakila membelalak.
Isak tangis semakin pecah ketika angin yang mengalir menggoyangkan pucuk-pucuk cemara berjalan menelusuri lembah-lembah yang dalam lalu membuka halimun baja dan benar-benar merangkum ruh gadis malang itu.
Bersama itu Surya Wira menghamburkan tubuhnya dengan hati yang menjerit dan luka menganga yang terbiar ………
Wednesday, July 14, 2010
Meninggalkan Shalat dan Tanda Akhir Jaman
Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam
memperingatkan kita yang hidup di belakang hari menjelang semakin dekatnya Kiamat bahwa proses dekadensi Ummat Islam akan terjadi seiring ditingalkannya pemberlakuan aspek hukum Islam atau hukum Allah sampai diabaikannya kewajiban menegakkan kewajiban sholat. Padahal kita menyaksikan dewasa ini bahwa kedua kutub ekstrim tersebut jelas-jelas telah ditinggalkan oleh sebagian besar ummat Islam.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Siapa yang meninggalkan syari’at paten yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu Abdillah Shallallahu'alaihiWasallam penutup para nabi, dan dia malah merujuk hukum kepada yang lainnya berupa hukum-hukum (Allah) yang sudah dinasakh (dihapus), maka dia kafir. Maka apa gerangan dengan orang yang berhukum kepada Ilyasa dan lebih mengedepankannya atas hukum Allah? Siapa yang melakukannya maka dia kafir dengan ijma kaum muslimin”. [Al Bidayah Wan Nihayah: 13/119].
Lalu Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan lebih lanjut tentang tentang Kitab Yasiq/Ilyasa: “Ia adalah kitab undang-undang hukum yang dia (Raja Tartar, Jengis Khan) kutip dari berbagai sumber; dari Yahudi, Nashrani, Millah Islamiyyah, dan yang lainnya, serta di dalamnya banyak hukum yang dia ambil dari sekedar pandangannya dan keinginannya, lalu (kitab) itu bagi keturunannya menjadi aturan yang diikuti yang lebih mereka kedepankan dari pada al hukmu bi Kitabillah wa sunnati Rasulillah shalallahu ‘alaihi wasallam (berhukum kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam). Siapa yang melakukan itu, maka wajib diperangi hingga kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya, selainnya tidak boleh dijadikan acuan hukum dalam hal sedikit atau banyak”.
Sedangkan dalam kaitan dengan sholat, Nabi Shallallahu'alaihiWasallam sangat menganjurkan agar kaum muslimin pria sedapat mungkin menegakkan sholat lima waktu berjamaah di masjid kecuali jika ada uzur syar’i. Dan mereka yang tanpa alasan benar meninggalkan sholat berjamaah ke masjid dikaitkan dengan penyakit kemunafikan. Di antaranya kita dapati hadits berikut:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ
صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا
لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًاوَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ
فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ
ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ
لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ
(MUSLIM - 1041) : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat yang dirasakan berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya` dan shalat subuh, sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang dan ia mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar untuk menjumpai suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah mereka."
Sungguh keras sekali anjuran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam agar setiap muslim menghadiri sholat berjamaah di masjid. Bahkan beliau mengancam akan membakar rumah-rumah mereka yang sengaja tidak menghadiri sholat berjamaah di masjid. Dan lebih daripada itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menggambarkan bahwa mereka yang enggan sholat berjamaah di masjid merupakan indikasi kuat golongan munafik. Tidak mengherankan bilamana sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ’anhu sampai menyampaikan pendapat sebagai berikut:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ
عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ
(MUSLIM - 1046) : Dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata: "Menurut pendapat kami, tidaklah seseorang ketinggalan dari shalat (berjamaah di masjid), melainkan dia seorang munafik yang jelas kemunafikannya (munafik tulen)."
Sungguh jika melihat begitu banyaknya masjid dewasa ini yang sepi di waktu sholat lima waktu, kita sangat khawatir jangan-jangan ini indikasi bahwa terdapat begitu banyak orang yang berpotensi munafik di sekeliling kita. Dan jika hal ini benar adanya tidak mengherankan bila pemberlakuan kembali Syariat Islam dan Hukum Allah menjadi sangat sulit. Sebab jangankan kaum kafir di luar Islam, sedangkan di tengah tubuh ummat Islam sendiri lebih banyak hadirnya kaum munafik daripada kaum mu’min sejati. Padahal Allah telah menegaskan bahwa fihak yang paling keras menolak diajak kepada pemberlakuan hukum Allah dan hukum Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ialah kaum munafik. Wa na’udzubillah min dzaalika.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ
رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا
“Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS An-Nisa 61)
Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan mu’min sejati yang senantiasa ikhlas memperjuangkan tegaknya hukumMu dan janganlah Engkau masukkan kami ke dalam golongan al-munafiqun yang menolak Hukum Allah dan Hukum Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam

Mengapa ummat Islam selalu saja mempermasalahkan hukum apa yang diberlakukan di tengah masyarakat? Mengapa ummat Islam tidak bisa menerima saja hukum apapun yang diberlakukan tanpa peduli apakah itu hukum Allah ataukah hukum buatan manusia? Bukankah yang penting adalah law and order alias penegakkan hukum? Apalah artinya jika dalam suatu masyarakat Islam diberlakukan secara formal hukum Allah sebagai hukum negara namun ternyata secara aplikasi tidak terjadi penegakkan hukumnya? Bukankah keadilan bisa dirasakan masyarakat luas bila penegakkan hukum berlaku secara murni dan konsekuen, meskipun hukumnya bukan hukum Allah alias hukum buatan manusia?
Saudaraku, disinilah letaknya komitmen seorang mukmin. Seorang mukmin harus menjawab dengan jujur dan penuh kesadaran. Masyarakat seperti apakah yang ia inginkan? Masyarakat kumpulan hamba-hamba Allah yang beriman dan patuh berserah-diri kepada Allah? Ataukah ia puas dengan berdirinya suatu masyarakat yang terdiri atas kumpulan manusia yang tidak peduli taat atau tidaknya mereka kepada Allah asalkan yang penting masyarakat itu berjalan dengan harmoni tidak saling mengganggu dan menzalimi sehingga semua merasa happy hidup bersama berdampingan dengan damai di dunia?
Saudaraku, seorang mukmin tidak pernah berpendapat sebelum ia bertanya kepada Allah dan RasulNya. Terutama bila pertanyaannya menyangkut urusan yang fundamental dalam kehidupannya. Oleh karenanya marilah kita melihat bagaimana Allah menyuruh kita bersikap bilamana menyangkut urusan hukum. Di dalam Kitabullah Al-Qur’an Al-Karim terdapat banyak ayat yang memberikan panduan bagaimana seorang mukmin mesti bersikap dalam urusan hukum. Di antaranya sebagai berikut:
وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ
وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ
>
“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu…”(QS Al Maidah ayat 49)
Dalam buku ”Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir” Muhammad Nasib Ar-Rifa’i mengomentari potongan ayat yang berbunyi “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah...” dengan catatan sebagai berikut: ”Hai Muhammad, putuskanlah perkara di antara seluruh manusia dengan apa yang diturunkan Allah kepadamu dalam kitab yang agung ini (yaitu Al-Qur’an)...”
Sedangkan firman Allah:
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al Maidah ayat 50)
Mengomentari ayat di atas, maka dalam buku ”Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir” penulis mencatat: ”Allah mengingkari orang yang berhukum kepada selain hukum Allah, karena hukum Allah itu mencakup segala kebaikan dan melarang segala keburukan. Berhukum kepada selain hukum Allah berarti beralih kepada hukum selain-Nya, seperti kepada pendapat, hawa nafsu dan konsep-konsep yang disusun oleh para tokoh tanpa bersandar kepada syariat Allah, sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat jahiliyah yang berhukum kepada kesesatan dan kebodohan yang disusun berdasarkan penalaran dan seleranya sendiri. Oleh karena itu Allah berfirman ”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki?” dan berpaling dari hukum Allah.”
Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Siapa yang meninggalkan syari’at paten yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu Abdillah Shallallahu'alaihiWasallam
Lalu Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan lebih lanjut tentang tentang Kitab Yasiq/Ilyasa: “Ia adalah kitab undang-undang hukum yang dia (Raja Tartar, Jengis Khan) kutip dari berbagai sumber; dari Yahudi, Nashrani, Millah Islamiyyah, dan yang lainnya, serta di dalamnya banyak hukum yang dia ambil dari sekedar pandangannya dan keinginannya, lalu (kitab) itu bagi keturunannya menjadi aturan yang diikuti yang lebih mereka kedepankan dari pada al hukmu bi Kitabillah wa sunnati Rasulillah shalallahu ‘alaihi wasallam (berhukum kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam). Siapa yang melakukan itu, maka wajib diperangi hingga kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya, selainnya tidak boleh dijadikan acuan hukum dalam hal sedikit atau banyak”.
Sedangkan dalam kaitan dengan sholat, Nabi Shallallahu'alaihiWasallam
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ
صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا
لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًاوَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ
فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ
ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ
لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ
(MUSLIM - 1041) : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat yang dirasakan berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya` dan shalat subuh, sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang dan ia mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar untuk menjumpai suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah mereka."
Sungguh keras sekali anjuran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam agar setiap muslim menghadiri sholat berjamaah di masjid. Bahkan beliau mengancam akan membakar rumah-rumah mereka yang sengaja tidak menghadiri sholat berjamaah di masjid. Dan lebih daripada itu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menggambarkan bahwa mereka yang enggan sholat berjamaah di masjid merupakan indikasi kuat golongan munafik. Tidak mengherankan bilamana sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ’anhu sampai menyampaikan pendapat sebagai berikut:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ وَلَقَدْ رَأَيْتُنَا وَمَا يَتَخَلَّفُ
عَنْهَا إِلَّا مُنَافِقٌ مَعْلُومُ النِّفَاقِ
(MUSLIM - 1046) : Dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata: "Menurut pendapat kami, tidaklah seseorang ketinggalan dari shalat (berjamaah di masjid), melainkan dia seorang munafik yang jelas kemunafikannya (munafik tulen)."
Sungguh jika melihat begitu banyaknya masjid dewasa ini yang sepi di waktu sholat lima waktu, kita sangat khawatir jangan-jangan ini indikasi bahwa terdapat begitu banyak orang yang berpotensi munafik di sekeliling kita. Dan jika hal ini benar adanya tidak mengherankan bila pemberlakuan kembali Syariat Islam dan Hukum Allah menjadi sangat sulit. Sebab jangankan kaum kafir di luar Islam, sedangkan di tengah tubuh ummat Islam sendiri lebih banyak hadirnya kaum munafik daripada kaum mu’min sejati. Padahal Allah telah menegaskan bahwa fihak yang paling keras menolak diajak kepada pemberlakuan hukum Allah dan hukum Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ialah kaum munafik. Wa na’udzubillah min dzaalika.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ
رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا
“Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS An-Nisa 61)
Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan mu’min sejati yang senantiasa ikhlas memperjuangkan tegaknya hukumMu dan janganlah Engkau masukkan kami ke dalam golongan al-munafiqun yang menolak Hukum Allah dan Hukum Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
Mengapa ummat Islam selalu saja mempermasalahkan hukum apa yang diberlakukan di tengah masyarakat? Mengapa ummat Islam tidak bisa menerima saja hukum apapun yang diberlakukan tanpa peduli apakah itu hukum Allah ataukah hukum buatan manusia? Bukankah yang penting adalah law and order alias penegakkan hukum? Apalah artinya jika dalam suatu masyarakat Islam diberlakukan secara formal hukum Allah sebagai hukum negara namun ternyata secara aplikasi tidak terjadi penegakkan hukumnya? Bukankah keadilan bisa dirasakan masyarakat luas bila penegakkan hukum berlaku secara murni dan konsekuen, meskipun hukumnya bukan hukum Allah alias hukum buatan manusia?
Saudaraku, disinilah letaknya komitmen seorang mukmin. Seorang mukmin harus menjawab dengan jujur dan penuh kesadaran. Masyarakat seperti apakah yang ia inginkan? Masyarakat kumpulan hamba-hamba Allah yang beriman dan patuh berserah-diri kepada Allah? Ataukah ia puas dengan berdirinya suatu masyarakat yang terdiri atas kumpulan manusia yang tidak peduli taat atau tidaknya mereka kepada Allah asalkan yang penting masyarakat itu berjalan dengan harmoni tidak saling mengganggu dan menzalimi sehingga semua merasa happy hidup bersama berdampingan dengan damai di dunia?
Saudaraku, seorang mukmin tidak pernah berpendapat sebelum ia bertanya kepada Allah dan RasulNya. Terutama bila pertanyaannya menyangkut urusan yang fundamental dalam kehidupannya. Oleh karenanya marilah kita melihat bagaimana Allah menyuruh kita bersikap bilamana menyangkut urusan hukum. Di dalam Kitabullah Al-Qur’an Al-Karim terdapat banyak ayat yang memberikan panduan bagaimana seorang mukmin mesti bersikap dalam urusan hukum. Di antaranya sebagai berikut:
وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ
وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ
>
“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu…”(QS Al Maidah ayat 49)
Dalam buku ”Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir” Muhammad Nasib Ar-Rifa’i mengomentari potongan ayat yang berbunyi “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah...” dengan catatan sebagai berikut: ”Hai Muhammad, putuskanlah perkara di antara seluruh manusia dengan apa yang diturunkan Allah kepadamu dalam kitab yang agung ini (yaitu Al-Qur’an)...”
Sedangkan firman Allah:
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al Maidah ayat 50)
Mengomentari ayat di atas, maka dalam buku ”Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir” penulis mencatat: ”Allah mengingkari orang yang berhukum kepada selain hukum Allah, karena hukum Allah itu mencakup segala kebaikan dan melarang segala keburukan. Berhukum kepada selain hukum Allah berarti beralih kepada hukum selain-Nya, seperti kepada pendapat, hawa nafsu dan konsep-konsep yang disusun oleh para tokoh tanpa bersandar kepada syariat Allah, sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat jahiliyah yang berhukum kepada kesesatan dan kebodohan yang disusun berdasarkan penalaran dan seleranya sendiri. Oleh karena itu Allah berfirman ”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki?” dan berpaling dari hukum Allah.”
Debt Collector Bank
Yang dimaksud dengan bank di situ adalah bank konvensional yang menjalankan praktek-praktek riba maka pekerjaan debt collector tersebut adalah haram yang tidak diperbolehkan agama karena segala sarana menuju sesuatu yang diharamkan dan membantu segala sesuatu yang diharamkan adalah haram.
Para ulama telah bersepakat bahwa riba adalah praktek yang diharamkan didalam Islam berdasarkan al Qur’an dan sunnah dan ijma’ ulama.
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
Artinya : “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al Baqoroh : 275)
Imam Bukhori dan Muslim mriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi saw bersabda:
"Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan". Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah itu? Beliau bersabda: "Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan haq, memakan riba, makan harta anak yatim, kabur dari medan peperangan dan menuduh seorang wanita mu'min yang suci berbuat zina".
Karena riba adalah praktek yang diharamkan didalam islam maka membantu pelaksanaan dan berjalannya prakktek ini adalah haram, baik orang-orang yang melakukan tulis menulis, yang mewakili, para penjaga keamanan dan segala pekerjaan yang terkait dengannya temasuk didalamnya debt collector, berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jabir dia berkata, "Rasulullah saw melaknat pemakan riba, orang yang menyuruh makan riba, juru tulisnya dan saksi-saksinya." Dia berkata, "Mereka semua sama (dalam dosa)."

Selain itu perbuatan itu termasuk dalam bentuk tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran sebagaimana firman Allah swt :
Artinya : “Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maidah : 2)
Jika demikian maka hendaklah anda mempertimbangkan kembali pekerjaan menjadi debt collector bagi bank konvensional dan berusaha untuk mencari pekerjaan selainnya yang lebih diberkahi dan diridohi oleh Allah swt.
Allah menjamin rezeki orang-orang yang bertakwa dan akan senantiasa memberikan pertolongan kepadanya dari segala permasalahan yang dihadapinya.
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ﴿٢﴾
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya : “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Thalaq : 2 – 3)
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
Artinya : “Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath Thalaq : 4)
Jika yang dimaksud dengan bank di situ adalah bank syariah yang menjalankan praktek-praktek perbankannya sesuai dengan aturan-aturan syariah serta menjauhkan riba maka diperbolehkan menjadi debt collectornya. Akan tetapi diharuskan bagi anda untuk menghindari cara-cara yang dilarang agama didalam penagihannya terhadap nasabah, seperti : melakukan kekerasan atau pun mempermalukannya dihadapan orang lain. Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya Allah mencintai sikap lemah lembut pada setiap perkara." (HR. Bukhori)
Para ulama telah bersepakat bahwa riba adalah praktek yang diharamkan didalam Islam berdasarkan al Qur’an dan sunnah dan ijma’ ulama.
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
Artinya : “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al Baqoroh : 275)
Imam Bukhori dan Muslim mriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi saw bersabda:
"Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan". Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah itu? Beliau bersabda: "Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan haq, memakan riba, makan harta anak yatim, kabur dari medan peperangan dan menuduh seorang wanita mu'min yang suci berbuat zina".
Karena riba adalah praktek yang diharamkan didalam islam maka membantu pelaksanaan dan berjalannya prakktek ini adalah haram, baik orang-orang yang melakukan tulis menulis, yang mewakili, para penjaga keamanan dan segala pekerjaan yang terkait dengannya temasuk didalamnya debt collector, berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jabir dia berkata, "Rasulullah saw melaknat pemakan riba, orang yang menyuruh makan riba, juru tulisnya dan saksi-saksinya." Dia berkata, "Mereka semua sama (dalam dosa)."
Selain itu perbuatan itu termasuk dalam bentuk tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran sebagaimana firman Allah swt :
Artinya : “Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maidah : 2)
Jika demikian maka hendaklah anda mempertimbangkan kembali pekerjaan menjadi debt collector bagi bank konvensional dan berusaha untuk mencari pekerjaan selainnya yang lebih diberkahi dan diridohi oleh Allah swt.
Allah menjamin rezeki orang-orang yang bertakwa dan akan senantiasa memberikan pertolongan kepadanya dari segala permasalahan yang dihadapinya.
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ﴿٢﴾
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya : “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Thalaq : 2 – 3)
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
Artinya : “Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath Thalaq : 4)
Jika yang dimaksud dengan bank di situ adalah bank syariah yang menjalankan praktek-praktek perbankannya sesuai dengan aturan-aturan syariah serta menjauhkan riba maka diperbolehkan menjadi debt collectornya. Akan tetapi diharuskan bagi anda untuk menghindari cara-cara yang dilarang agama didalam penagihannya terhadap nasabah, seperti : melakukan kekerasan atau pun mempermalukannya dihadapan orang lain. Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya Allah mencintai sikap lemah lembut pada setiap perkara." (HR. Bukhori)
Touring Gunung Bunder...part 1

Jalan-jalan ke Gunung Bunder..... Woy Pak Muhar... kita kan lagi seneng-seneng kok kayaknya formil banget seh..., heheheh....oh iya... takut ilang wibawa yah... hehehehe...
Pak Muharsono, Supriyadi, Mulyana dan Fajar Purwandi.... ckckckckckck... yang pake sweater hoody ganteng pisan nya....heheheh.
jiiiaaahhhh..... Catur sama si Yana lagi cari-cari kesempatan dalam kedinginan... heheheh... mumpung ada nuryati sama lia tuh... dingin-dingin makin merapat... heheheh
Paul di Bebas tugaskan
Tak ada yang lebih heboh dari aksi Paul si gurita yang tiba-tiba menjadi selebritas di Piala Dunia 2010. Ia tak lebih seekor binatang laut yang sesungguhnya tidak ada kaitannya dengan pesta sepakbola di Afrika Selatan.
Namun, makhluk air ini menjadi buah bibir karena tak pernah salah membuat prediksi menang dan kalah semua pertandingan Jerman di Piala Dunia. Termasuk satu pertandingan final saat Spanyol menang 1-0 atas Belanda.
Paul yang tinggal di akuarium di Sea Life Center di Oberhausen, Jerman, dianggap 'memilih' Spanyol karena menyantap makanan dalam kotak dengan bendera Spanyol meski di sebelahnya ada kotak lain yang berbendera Belanda. Hebatnya prediksi Paul selalu akurat.
Namun, penggila sepakbola tidak akan lagi menyaksikan aksi Paul membuat prediksi pertandingan. Jurubicara Sea Life, Tanja Munzig mengungkapkan Paul bakal pensiun.
Dijelaskannya, Paul akan kembali pada kegiatan lama yang disukainya: bermain dengan para pekerja akuarium yang merawatnya dan menghibur anak-anak yang menontonnya dari balik kaca.
Sebagai penghargaan atas 'aksi' Paul, pekerja di akuarium memberi hadiah sebuah piala yang dibuat mirip dengan Piala Dunia. Namun, piala itu ternyata tidak diminati Paul. Padahal piala dihias dengan makanan dari kerang seperti yang biasa ditaruh di dalam kotak yang digunakan membuat
prediksi pertandingan.(Goal.com)
Namun, makhluk air ini menjadi buah bibir karena tak pernah salah membuat prediksi menang dan kalah semua pertandingan Jerman di Piala Dunia. Termasuk satu pertandingan final saat Spanyol menang 1-0 atas Belanda.
Paul yang tinggal di akuarium di Sea Life Center di Oberhausen, Jerman, dianggap 'memilih' Spanyol karena menyantap makanan dalam kotak dengan bendera Spanyol meski di sebelahnya ada kotak lain yang berbendera Belanda. Hebatnya prediksi Paul selalu akurat.
Namun, penggila sepakbola tidak akan lagi menyaksikan aksi Paul membuat prediksi pertandingan. Jurubicara Sea Life, Tanja Munzig mengungkapkan Paul bakal pensiun.
Dijelaskannya, Paul akan kembali pada kegiatan lama yang disukainya: bermain dengan para pekerja akuarium yang merawatnya dan menghibur anak-anak yang menontonnya dari balik kaca.
Sebagai penghargaan atas 'aksi' Paul, pekerja di akuarium memberi hadiah sebuah piala yang dibuat mirip dengan Piala Dunia. Namun, piala itu ternyata tidak diminati Paul. Padahal piala dihias dengan makanan dari kerang seperti yang biasa ditaruh di dalam kotak yang digunakan membuat
prediksi pertandingan.(Goal.com)
Google Bantah Mengekor Apple Soal Smartphone
Salah satu pendiri Google, Larry Page, akhirnya "merah kupingnya" dibilang mengekor Apple di bisnis smartphone. Ia membantah tuduhan CEO Apple Steve Jobs yang membuat pernyataan seolah-olah Google mengekor Apple bahkan yang menabuh genderang perang menyaingi Apple.
CEO Apple Steve Jobs secara tersirat mengatakan Google menjilat ludah sendiri dan mengkhianati perkawanannya dengan Apple dengan meluncurkan platform Android bahkan smartphone buatan sendiri Nexus One yang bersaing langsung dengan iPhone. Pada bulan Februari lalu, sejumlah media yang melansir pengakuan karyawan Apple memberitakan bahwa Steve Jobs menyumpahi Google.
Steve Jobs disebut-sebut mengeluarkan pernyataan bahwa Google sudah omong kosong dengan semboyannya sendiri yang sering diagung-agungkannya yakni "dont be evil" atau jangan jadi setan atau musuh buat teman sendiri. Jobs marah karena Google masuk bisnis smartphone dan akan sekuat tenaga menghentikan lajunya.
Sebelum Google masuk ke bisnis smartphone, hubungan Google dan Apple memang berjalan sangat baik. Bahkan, beberapa kali layanan Google mendapat prioritas khusus untuk iPhone dan iPod Touch, perangkat-perangkat genggam buatan Apple. Namun, kini Google bukan lagi teman akrab buat Apple. Jobs terus mengulang tuduhannya bahwa Google yang mengekor Apple.
Namun, tuduhan ini ditolak Larry Page yang menegaskan minggu lalu bahwa Android tidak datang setelah iPhone. Ia menuduh Jobs sengaja membuat opini seolah-olah Google yang mengikuti langkah Apple. Padahal, sebenarnya faktanya bukan seperti itu.
"Kami telah membuat Android dalam waktu yang cukup lama, dengan gagasan membuat ponsel yang menyediakan fasilitas internet dengan browser yang baik dan itu karena belum ada produk semacam di pasaran. Saya pikir, tuduhan kalau kami mengikuti langkahnya sangat tidak masuk akal," kata Page seperti dilansir Reuters.
Menurut Steve Jobs, CEO Apple, Apple meluncurkan iPhone pertama pada Januari 2007. Kemudian Google mengumumkan sistem operasi mobile Android pada bulan November dan handset debutan pertamanya yang keluaran T-Mobile (AS) hampir satu tahun kemudian, pada September 2008. Namun, faktanya, Google membeli perusahaan start up Android Inc, yang menjadi cikal bakal platform tersebut, sejak tahun 2005.
Tetapi, serangan Steve Jobs kepada Google kelihatannya memuncak bukan saat Google meluncurkan platform Android melainkan saat memperkenalkan handset Nexus One. Meski Google berkali-kali menegaskan tidak akan masuk bisnis hardware dan perangkat tersebut dibuat mitranya, perusahaan hardware telepon HTC, penjualannya dilakukan sendiri oleh Google.
Balakangan, Google tak terlalu agresif menjual Nexus One. Google kabarnya merencanakan untuk membuat Nexus Two, akan tetapi sampai sekarang tak terdengar lagi gaungnya. Google kembali fokus menggandeng kerja sama dengan mitra produsen hardware seperti Motorolla, HTC, dan operator telekomunikasi seperti Verizon dan T-Mobile untuk membuat ponsel-ponsel berbasis Android.
CEO Apple Steve Jobs secara tersirat mengatakan Google menjilat ludah sendiri dan mengkhianati perkawanannya dengan Apple dengan meluncurkan platform Android bahkan smartphone buatan sendiri Nexus One yang bersaing langsung dengan iPhone. Pada bulan Februari lalu, sejumlah media yang melansir pengakuan karyawan Apple memberitakan bahwa Steve Jobs menyumpahi Google.
Steve Jobs disebut-sebut mengeluarkan pernyataan bahwa Google sudah omong kosong dengan semboyannya sendiri yang sering diagung-agungkannya yakni "dont be evil" atau jangan jadi setan atau musuh buat teman sendiri. Jobs marah karena Google masuk bisnis smartphone dan akan sekuat tenaga menghentikan lajunya.
Sebelum Google masuk ke bisnis smartphone, hubungan Google dan Apple memang berjalan sangat baik. Bahkan, beberapa kali layanan Google mendapat prioritas khusus untuk iPhone dan iPod Touch, perangkat-perangkat genggam buatan Apple. Namun, kini Google bukan lagi teman akrab buat Apple. Jobs terus mengulang tuduhannya bahwa Google yang mengekor Apple.
Namun, tuduhan ini ditolak Larry Page yang menegaskan minggu lalu bahwa Android tidak datang setelah iPhone. Ia menuduh Jobs sengaja membuat opini seolah-olah Google yang mengikuti langkah Apple. Padahal, sebenarnya faktanya bukan seperti itu.
"Kami telah membuat Android dalam waktu yang cukup lama, dengan gagasan membuat ponsel yang menyediakan fasilitas internet dengan browser yang baik dan itu karena belum ada produk semacam di pasaran. Saya pikir, tuduhan kalau kami mengikuti langkahnya sangat tidak masuk akal," kata Page seperti dilansir Reuters.
Menurut Steve Jobs, CEO Apple, Apple meluncurkan iPhone pertama pada Januari 2007. Kemudian Google mengumumkan sistem operasi mobile Android pada bulan November dan handset debutan pertamanya yang keluaran T-Mobile (AS) hampir satu tahun kemudian, pada September 2008. Namun, faktanya, Google membeli perusahaan start up Android Inc, yang menjadi cikal bakal platform tersebut, sejak tahun 2005.
Tetapi, serangan Steve Jobs kepada Google kelihatannya memuncak bukan saat Google meluncurkan platform Android melainkan saat memperkenalkan handset Nexus One. Meski Google berkali-kali menegaskan tidak akan masuk bisnis hardware dan perangkat tersebut dibuat mitranya, perusahaan hardware telepon HTC, penjualannya dilakukan sendiri oleh Google.
Balakangan, Google tak terlalu agresif menjual Nexus One. Google kabarnya merencanakan untuk membuat Nexus Two, akan tetapi sampai sekarang tak terdengar lagi gaungnya. Google kembali fokus menggandeng kerja sama dengan mitra produsen hardware seperti Motorolla, HTC, dan operator telekomunikasi seperti Verizon dan T-Mobile untuk membuat ponsel-ponsel berbasis Android.
CEO Google Eric Schmidt menyebutkan bahwa Apple dan Google tetap mempertahankan kemitraan mereka dalam iPhone. Saat ini, iPhone masih menggunakan Google Maps dan aplikasi You Tube, serta Google search engine. Google tak menyangkal adanya ketegangan antara mereka dan Apple. Google hanya menyangkal tuduhan kalau Google mengekor Apple untuk memasuki pasar smartphone.(Kompas.com)
Rooney & Gerrard batal ikut "uji nyali"
Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2010 masih membuat Wayne Rooney dan Steven Gerrard terpukul. Alasan itu pula yang membuat keduanya memutuskan untuk tak mengikuti sebuah event yang akan digelar di London.
Seperti dilansir BBC, Kamis 1 Juli 2010, striker Manchester United dan gelandang Liverpool ini direncanakan akan mengikuti sebuah kompetisi adu kebolehan bertajuk A:3K. Event ini merupakan event tantangan yang akan diikuti pebola-pebola terbaik di dunia.
Sebelumnya, enam pemain telah terpilih untuk adu kebolehan soal kekuatan, sepakan melengkung, ketelitian, kontrol dan serangan. Selain Rooney dan Gerrard, pihak penyelenggara juga telah memilih Cristiano Ronaldo, Didier Drogba, Cesc Fabregas dan David Villa.
"Kami sepenuhnya memahami dan menghormati keputusan kedua pemain. Kami harus menggantikan mereka dengan dua pemain lain tapi dengan pemain-pemain yang masuk dalam enam pemain terbaik di dunia," ujar Direktur A:3K, Terry Byrne.
"Setelah berkonsultasi dengan semua pihak yang terkait, semua setuju untuk menunda acara tersebut sampai musim panas nanti karena kami berniat untuk memberikan enam pemain terbaik," lanjutnya.
Menurut rencana, event ini akan digelar usai Piala Dunia 2010 nanti atau tepatnya pada tanggal 17 Juli 2010. Namun mundurnya Rooney dan Gerrard membuat event 'unik' ini kemungkinan besar akan dilangsungkan pada bulan Juni 2011.(viva news)
Seperti dilansir BBC, Kamis 1 Juli 2010, striker Manchester United dan gelandang Liverpool ini direncanakan akan mengikuti sebuah kompetisi adu kebolehan bertajuk A:3K. Event ini merupakan event tantangan yang akan diikuti pebola-pebola terbaik di dunia.
Sebelumnya, enam pemain telah terpilih untuk adu kebolehan soal kekuatan, sepakan melengkung, ketelitian, kontrol dan serangan. Selain Rooney dan Gerrard, pihak penyelenggara juga telah memilih Cristiano Ronaldo, Didier Drogba, Cesc Fabregas dan David Villa.
"Kami sepenuhnya memahami dan menghormati keputusan kedua pemain. Kami harus menggantikan mereka dengan dua pemain lain tapi dengan pemain-pemain yang masuk dalam enam pemain terbaik di dunia," ujar Direktur A:3K, Terry Byrne.
"Setelah berkonsultasi dengan semua pihak yang terkait, semua setuju untuk menunda acara tersebut sampai musim panas nanti karena kami berniat untuk memberikan enam pemain terbaik," lanjutnya.
Menurut rencana, event ini akan digelar usai Piala Dunia 2010 nanti atau tepatnya pada tanggal 17 Juli 2010. Namun mundurnya Rooney dan Gerrard membuat event 'unik' ini kemungkinan besar akan dilangsungkan pada bulan Juni 2011.(viva news)
Subscribe to:
Comments (Atom)






