Sunday, July 25, 2010

Flash Back.......

Ingatkah kawan jaman-jamannya tayangan sepeti gentayangan dan dunia lain lagi naik daun?, ada kejadian menarik yang saya dan teman-teman alamin waktu jaman-jaman itu.
^^
TPI sukses dengan gentayangannya dan Trans TV sukses dengan dunia lainnya. Kedua tayangan tersebut bersaing pada jamannya. Semua orang selalu menantikan kisah-kisah menakutkan dan penampakan juga hal-hal gaib lainnya dalam setiap episode yang disuguhkan oleh acara itu.

Saya adalah salah satu penggemar acara-acara macam itu, walau rasa takut terus menghantui setelah menyaksikan acara itu, tetapi tetap saja rasa penasaran mendorong saya untuk terus ikut menonton acara itu disetiap episodenya.

Karena takut apabila menonton sendirian, saya dan teman-teman biasanya melakukan nonton bareng acara tersebut disalah satu rumah teman saya. Hampir setiap episode kami tonton bersama-sama. Ide gila pun terbentuk ketika salah satu teman saya membeli sebuah topeng tengkorak berlumuran darah yang biasa ia gunakan untuk menakut-nakuti orang.

Malam minggu, biasa kami habiskan berkumpul bersama disalah satu taman yang ada di kompleks kami. Ngobrol dan ngobrol hanya itu yang biasa kami lakukan. Salah satu teman menawarkan untuk foto-foto, karena dia senang mengoleksi foto teman-temannya. Akhirnya kami berfoto-foto di salah satu poskamling. Puas dengan foto-foto kami kembali berkumpul dan mulai ngobrol hal-hal yang kami sukai. Topik tiba-tiba beralih ke hal-hal mistis (kalo lagi ngobrol emang topiknya suka tiba-tiba berubah), tak lain mengenai tayangan gentayangan dan dunia lain.

Ide gila yang saya sebutkan sebelumnya –ingat salah satu segment dari gentayangan dimana melihatkan foto-foto yang tidak sengaja menangkap gambar-gambar makhluk halus?- adalah membuat foto semacam itu, tetapi hantunya bohongan dan salah satu teman saya siap menjadi sekarelawan untuk dijadikan hantu. Sialnya kita semua setuju dengan ide gila itu. Salah satu teman perempuan saya mengambil mukenahnya dan meminjamkannya untuk dijadikan kostum hantu. Hantu pun siap untuk berfoto, dengan topeng tengkorak dan kostum putih, sosok itu lumayan menakutkan. Kami befoto di bawah pohon mangga besar dan sang hantu berpura-pura nongol dari belakang kami, sehingga kesannya seperti penampakan yang natural. Tapi setelah diliat-liat masih saja janggal dan tidak terlihat natural. Pemotretanpun pindah ke tempat lain. sekarang berfoto di sebuah pagar  tembok setinggi pinggang dan sang hantu menyumbul dari balik pagar batu bata itu, hasilnya tetap saja tidak natural.

Lelah dengan ide gila yang tidak berhasil, akhirnya kami kembali berkumpul di poskamling. Sang hantu melepas kostumnya, tampak kepanasan karena topeng yang dikenakannya. Gak kerasa ternyata udah lebih dari tengah malam, Tidak begitu lama, salah satu teman perempuan kami mengusulkan untuk berfoto-foto lagi dan dia yang ingin menjadi hantunya. Setuju dengan hal itu, akhirnya kami mendandani dia dengan topeng dan mukenah. Kali ini kami bentuk seperti hantu POCONG, serius serem setengah mampus. Fiuh, macam-macam sajja.

Kami pun kembali berfoto dipagar tadi, hasilnya memang lebih seram, tapi tetap saja tidak natural. Cukup, salah satu teman mengusulkan. Saya dan teman-teman yang menjadi objek foto kembali ke pos, tetapi sang hantu tetap saja berdiri di tempatnya. Kami mulai ketakutan, kami pikir bercanda, namun dia tetap saja berdiri tanpa bergerak sedikitpun. Kami panggil-panggil namanya, tetap saja sang hantu diam. Akhirnya salah satu teman kami menuntunnya berjalan ke poskamling dan kami pun membantu melepas kostum POCONG-nya.

Setelah semua kostum dilepas, keadaan tidak berubah. Dia tetap diam dengan tatapan kosong, kami ajak berbicara, -malah bercanda tapi tidak ada respon. Tidak lama, badannya mulai lunglai dan perlahan jatuh ke belakang. KAMI SUPER PANIK. Karena pada saat itu rumah saya sedang kosong, akhirnya dia kami bawa ke rumah. Kami baringkan di karpet dan dia mulai meronta-ronta. KERASUPAN, ya salah satu teman saya bilang begitu. KAMI TAMBAH PANIK, semua berhambur. Ada yang membacakan lafadz-lafadz Allah, ada yang mencari Al-qur’an ada yang berlari ke luar karena tidak mau melihat dan ada yang sibuk melakukan gerakan-gerakan  aneh yang keliatannya emang sedang berusaha mengeluarkan apalah itu dari tubuh yang kesurupan itu. Ia terus meronta-ronta KAMI TAMBAH DAN TAMBAH PANIK, teman saya yang berusaha mengeluarkan apalah itu pun semakin gentar dalam mengeluarkan apalah itunya –untung kami punya teman yang mengerti dalam hal ini ^^.

SAYA BENAR-BENAR PANIK, selain panik karena ada yang kesurupan saya juga takut kalo-kalo orang rumah datang. Bisa brabe nih urusan. Untuk menghilangkan kepanikan itu sayapun keluar rumah untuk menghirup sedikit udara. Di depan rumah saya terdiam sejenak menikmati udara dingin malam itu.  Sesuatu yang aneh dari salah satu rumah tetengga saya yang saat itu mememang gelap membuat saya menengok ke arahnya. Tak disangka tak diduga, ada sosok putih tak jelas dengan gerakan-gerakan aneh langsung membuat saya SEMAKIN TAMBAH PANIK. Sayapun langsung masuk ke dalam rumah dan berniat untuk memberitahukan salah satu teman saya –yang memang menurut saya dan teman-teman yang lain dia itu orangnya kandel (gak takut ma apa-apa). Ke adaan di dalam sudah tidak terlalu sekacau tadi, yang kesurupan sudah sedikit membaik –tidak sadar dan tidak meronta-ronta lagi.

Saya pun memberitahukan kejadian yang baru saya alami di luar tadi, karena yang mendengar bukan teman yang saya maksud saja, akhirnya beberapa orang ikut untuk mengecek apakah benar mengenai apa yang saya lihat. Ternyata NIHIL, tak ada apa-apa di depan rumah tadi. SAYA MASIH PANIK dan SUPER KETAKUTAN.

Saya berusaha membangunkan yang punya rumah, tapi tak ada jawaban dari dalam. Fiuh,,, saya mencoba mengabaikan makhluk apa itu, ternyata susah. Banyak teman yang mulai menghibur – hahahahaha- karena saya terlihat sangat kacau malam itu, jadi lebih banyak ngelamun memikirkan yang tadi itu.  Wew.

Akhirnya ritual mengeluarkan apa itulah dari tubuh yang kesurupan selesai. Dia siuman, semua senang. Tapi saya masih PUYENG mikirin yang itu.

Kami berkumpul, membicarakan ini itu dan membicarakan apa yang tadi saya liat. Di ujung, akhirnya kami memutuskan untuk menginap di rumah teman saya yang kesurupan itu. Senang bisa menghabiskan malam bersama, karena kalau tidak, saya PASTI GAK AKAN BISA TIDUR. Fuhhhh.

Ternyata dan ternyata, setelah hari esok datang saya punmenceritakan APA YANG SAYA LIAT kepada tetangga saya. Fiuh,,, tuh bapa-bapa emang jail. Ternyata beliau yang menggunakan mukenah malem2 goyang-goyang gak jelas. ^^! , alesannya, karena beliau tahu apa yang kita lakuin sebelumnya –foto-foto setan-setanan dan kita berisik sepanjang malem- jadilah tuh bapak nakut-nakutin qita (saya korbannya). Hahahahaha, yang paling memalukan saya sempet nangis karena ketakutan. HAHAHAHAHAHA,,, tau ittu boongan,,, tadi kaga usah pake acara nangis lagggi. Fiuh. ^^v  (jaman SMP).

No comments: